Menurut Anda,
apa langkah pertama dalam proses pencernaan makanan? Percaya atau tidak, itu terjadi sebelum Anda
mencicipi makanan. Hanya dengan mencium aroma suatu makanan atau berpikir
tentang betapa lezatnya suatu makanan,
maka Anda mulai mengeluarkan air liur dan proses pencernaan dimulai. Makanan
adalah bahan bakar kita, juga merupakan nutrisi yang memberikan energi
kepada sel-sel tubuh kita dan unsur
pokok yang diperlukan untuk melangsungkan kehidupan. Tetapi sebelum makanan
dapat berfungsi seperti itu, makanan harus dicerna menjadi bagian-bagian yang
sangat kecil agar dapat diserap dan
digunakan tubuh.
Ketika kita makan, maka
makanan itu akan mengalami beberapa tahapan sehingga bisa diedarkan ke seluruh
tubuh dan sisanya dibuang keluar tubuh. Tahapan utama pengolahan makanan
dimulai dengan penelanan (ingestion),
pencernaan (digestion), penyerapan (absorption), dan pembuangan (eliminasi).
A. Definisi Pencernaan
Proses pencernaan makanan
dapat didefinisikan sebagai proses perombakan makanan menjadi molekul-molekul
yang cukup kecil sehingga dapat diserap oleh tubuh. Proses pencernaan makanan terjadi
secara fisik dan kimiawi, sehingga pencernaan makanan dibedakan atas:
1.
Pencernaan
mekanik
Pencernaan
mekanik adalah proses penghancuran dan penggilingan makanan secara fisik
menjadi potongan-potongan kecil. Proses ini terjadi di rongga mulut dan
lambung. Di mulut makanan dihaluskan dengan menggunakan gigi sedangkan di lambung
makanan seolah-olah diaduk-aduk dan diperas karena gerakan otot lambung.
![]() | ||
Gambar 1. Struktur gigi susu
|
2.
Pencernaan
kimia,
Pencernaan
kimiawi pada umumnya didahului dengan pemecahan makanan secara mekanis,
misalnya dengan cara dikunyah. Pemecahan makanan menjadi potongan-potongan yang
lebih kecil akan meningkatkan luas permukaan makanan yang akan terkena enzim
pencernaan. Pada proses ini, partikel-partikel
makanan diubah menjadi menjadi molekul yang dapat diserap oleh tubuh dengan
bantuan enzim pencernaan.
B. Alat dan Proses Pencernaan pada Manusia
Pencernaan
secara mekanik dan kimia dimulai di rongga mulut. Makanan digigit dan dipotong
oleh gigi seri atau dikoyakkan oleh gigi taring. Otot yang kuat dari lidah
menggerakan makanan pada posisi untuk dikunyah. Makanan selanjutnya dihaluskan
oleh gigi geraham. Selama di dalam mulut, makanan dibasahi oleh air ludah yang
mengandung glikoprotein, bufer zat anti bakteri, dan enzim amilase (ptialin). Glikoprotein
berfungsi melindungi dinding rongga mulut yang lunak dan membasahi makanan agar
mudah ditelan. Bufer mencegah pembusukan geligi dengan cara menetralkan asam
dalam mulut, zat anti bakteri membunuh beberapa bakteri yang ada di mulut, sedangkan
enzim amilase berfungsi untuk memulai pemecahan amilum (zat tepung) menjadi
gula sederhana. Karena makanan berada di dalam mulut dalam waktu yang pendek,
maka ptialin hanya mengubah amilum kurang dari 5%. Pada akhirnya terbentuk gumpalan makanan yang
disebut bolus yang siap untuk ditelan. Proses menelan makanan dibantu
dengan dorongan lidah.
.
2. Faring dan Kerongkongkongan (Oesophagus)
Faring adalah persimpangan
antara kerongkongan dan batang tenggorok. Pada waktu makanan masuk ke faring,
epiglotis (anak tekak) menutup
tenggorokan yang merupakan saluran udara, sehingga makanan masuk ke dalam
kerongkongan. Kerongkongan memanjang dari leher ke rongga dada. Dalam kerongkongan
terjadi kontraksi berupa gerakan seperti gelombang yang dinamakan peristaltik
yang mendorong makanan ke lambung.
3. Lambung (Ventrikulus)
Lambung terletak di dalam rongga perut bagian atas dan di
bawah diafragma. Memiliki dinding yang elastis, sehingga dapat menyimpan makanan
dengan kapasitas 2 - 4 liter. Fungsi lambung
adalah untuk menyimpan makanan dan melakukan fungsi pencernaan. Pencernaan
secara mekanik dan kimia dilanjutkan di dalam lambung. Otot lambung tersusun
atas tiga lapisan serat yang berbentuk diagonal, sirkuler, dan memanjang.
Dengan aktivitas otot lambung ini, makanan diaduk-aduk sehingga ukurannya
semakin halus.
Dinding lambung mengandung 35 juta kelenjar yang menghasilkan
lendir (mucus) dan mengeluarkan getah
lambung berupa asam klorida (HCl) dan enzim pepsin yang belum aktif yang
disebut pepsinogen. Pepsin hanya aktif
dalam lingkungan yang sangat asam. Enzim ini menguraikan protein menjadi
molekul yang lebih sederhana yang disebut
peptida. Dengan adanya asam
klorida, kadar keasaman (pH) di lambung dapat mencapai 3-5. Dengan pH sebesar
ini, maka paku-paku kecil atau pecahan kaca dapat dihancurkan. Asam klorida
juga berfungsi untuk membunuh bakteri yang terbawa ke dalam lambung.
![]() |
| Gambar 4. Lambung |
Lapisan lendir berfungsi untuk melindungi permukaan
dinding lambung dari asam klorida. Walaupun demikian, setiap menit sekitar 500.000 sel dari lapisan permukaan lambung
rontok, sehingga setiap tiga hari,
lapisan sel ini memperbaharui diri. Adakalanya jumlah lendir yang ada di lambung terlalu
sedikit atau asam klorida yang dikeluarkan
terlalu banyak, hal ini dapat menyebabkan lukanya dinding lambung yang disebut ulcus. Kadang-kadang ulcus mungkin dapat menyebabkan
pendarahan yang hebat. Ulcus juga dapat sepenuhnya “memakan” dinding lambung,
sehingga menyebabkan suatu kondisi yang sangat serius, yang harus segera
ditangani.
4. Usus Halus (Intestin)
Usus halus merupakan saluran pencernaan yang panjangnya
sekitar 7 meter dan diameternya sekitar 3 cm. Terdiri atas 3 bagian,
dimana bagian yang paling atas adalah
usus 12 jari (duodenum) dengan
panjang sekitar 25 cm, selanjutnya usus
kosong (jejunum) dengan panjang
sekitar 4 m, dan bagian paling ujung adalah usus penyerapan (ileum) dengan panjang sekitar 2,5 cm. Mayoritas
pencernaan makanan secara kimiawi dan penyerapan zat makanan terjadi di usus
halus.
![]() |
| Gambar 5. Usus Halus |
Pankreas dan hati mengeluarkan getah-getah
pencernaan kedalam usus halus dan getah pencernaan ini memainkan peranan yang
penting dalam pencernaan secara kimiawi. Pankreas terletak di belakang lambung
(lihat gambar 9). Pankreas mengeluarkan
enzim pencernaan dan sodium bikarbonat yang berfungsi untuk menetralkan asam
dalam cairan makanan yang dikeluarkan lambung. Hati merupakan organ dalam yang
paling besar dengan berat kira-kira 1,5 kg. Hati menghasilkan cairan empedu yang merupakan
larutan garam, bukan enzim. Fungsi empedu adalah mengemulsikan lemak, yaitu memecahkan
molekul lemak yang besar menjadi butiran-butiran kecil dan tipis. Proses ini
sangat meningkatkan permukaan lemak, sehingga lipase (enzim pemecah lemak)
dapat bekerja dengan lebih efektif. Pada umumnya, cairan empedu memasuki usus
12 jari dari kantung empedu, suatu kantung kecil tempat penyimpanan cairan
empedu.
Makanan meninggalkan lambung dalam bentuk masa setengah
cair yang disebut kim. Di dalam usus
12 jari, kim dari lambung bercampur dengan getah pencernaan dari pankreas,
kantung empedu, dan sel-sel kelenjar dari dinding usus halus. Enzim pencernaan utama yang
dihasilkan pankreas adalah amilase, lipase, tripsin, dan kimotripsin. Amilase berfungsi untuk memecahkan amilum menjadi
zat gula. Lipase berfungsi untuk memecahkan butiran lemak menjadi asam lemak
dan gliserol. Tripsin dan kimotripsin berfungsi
untuk memecahkan protein menjadi rantai-rantai yang lebih pendek yang dinamakan
peptida. Dinding usus 12 jari juga menghasilkan enzim pencernaan sebagai
berikut:
§
Maltase,
yang berfungsi untuk mengubah maltosa menjadi 2 molekul glukosa
§
Sukrase,
yang berfungsi untuk mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
§
Laktase,
yang berfungsi untuk mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa
§
Karboksipeptidase,
Aminopeptidase, Dipeptidase, yang berfungsi untuk memecah peptida menjadi asam
amino
§
Lipase,
yang berfungsi untuk menghidrolisis molekul lemak menjadi asam lemak dan
gliserol.
C. Proses Penyerapan Zat Makanan
Asam
amino, monosakarida, asam lemak, gliserol, air, dan mineral diserap dalam
dinding lumen jejunum dan ileum usus halus. Penyerapan terjadi sangat cepat di dalam
usus halus karena lapisan dinding usus halus berlipat-lipat sehingga memperluas
permukaan penyerapa. Lipatan atau jonjot-jonjot dinding usus halus ini disebut villi. Dengan adanya villi,
maka usus halus mempunyai luas permukaan sampai 300 m2.
Penyerapan makanan terjadi melalui
proses difusi dan transpor aktif. Zat-zat makanan kemudian diserap dan masuk ke
dalam aliran darah. Monosakarida (gula sederhana yang berupa glukosa, fruktosa,
galaktosa) dan asam amino selanjutnya diedarkan ke seluruh jaringan tubuh. Asam
lemak dan gliserol, didalam villi diubah kembali menjadi lemak dan diangkut
dengan saluran khusus yang disebut lakteal.
5. Usus Besar (Kolon) dan Anus
•
Air dan makanan yang tidak tercerna selanjutnya
masuk ke dalam saluran terakhir pencernaan makanan yang disebut usus besar (kolon).
Di dalam usus besar terjadi penyerapan air, mineral dan vitamin yang tidak
terserap di usus halus. Jadi fungsi utama usus besar adalah menyerap air yang
masih ada dalam saluran pencernaan, kira-kira 90% air terserap kembali ke dalam
darah dan cairan jaringan. Sisa-sisa makanan yang tidak dicerna bersama dengan
lendir dan sel-sel dinding usus yang mati akan dibusukkan dan akan menjadi
faeses (tinja). Sisa-sisa makanan ini dapat disimpan dalam usus besar selama 24
jam atau lebih. Selama waktu itu, bakteri Escherichia coli membusukkan
sisa-sisa makanan dalam usus besar tersebut. Kegiatan bakteri ini, menghasilkan
gas yang baunya tidak sedap. Escherichia coli juga menghasilkan beberapa
asam amino dan vitamin K. Vitamin K
sangat penting dalam proses pembekuan darah dan hanya ada dalam jumlah yang
sedikit dalam makanan kita.
Bagian terakhir dari usus besar disebut rektum. Panjang
rektum sekira 12 cm dan berakhir pada anus. Rektum mempunyai otot spingter luar
dan dalam yang berfungsi untuk mengontrol terbuka dan tertutupnya anus. Sisa-sisa makanan makin ke arah anus makin padat dan dikeluarkan sebagai tinja
melalui proses defekasi (buang air besar).
D. Rangkuman
Proses pencernaan makanan adalah proses
perombakan makanan menjadi molekul-molekul yang cukup kecil sehingga dapat
diserap oleh tubuh. Proses ini terjadi secara fisik dan kimiawi. Pencernaan mekanik adalah proses penghancuran
dan penggilingan makanan secara fisik menjadi potongan-potongan kecil yang
dilaksanakan oleh gigi dan otot-otot
lambung. Pencernaan kimiawi adalah proses pemecahan partikel-partikel makanan
menjadi partikel-partikel yang sangat halus oleh enzim pencernaan sehingga zat makanan dapat
diserap dinding lambung.
Di dalam mulut, makanan dhaluskan dengan gigi dan amilum
dipecahkan menjadi lebih sederhana oleh
enzim ptialin (amilase). Selanjutnya dengan gerakan peristaltik makanan masuk
ke dalam lambung melalui kerongkongan. Didalam lambung gumpalan makanan dicerna
kembali secara fisik dan kimia, sehingga menjadi masa setengah cair yang
disebut kim. Selanjutnya sedikit demi sedikit cairan makanan ini akan masuk
kedalam usus halus untuk melanjutkan pencernaan kimianya sehingga
terbentuk asam amino, monosakarida, asam lemak, dan gliserol. Zat-zat makanan ini, kemudian diserap dan masuk ke dalam aliran
darah. Monosakarida (gula sederhana yang berupa
glukosa, fruktosa, galaktosa) dan asam amino selanjutnya diedarkan ke seluruh
jaringan tubuh. Asam lemak dan gliserol, didalam villi diubah kembali menjadi
lemak dan diangkut dengan saluran khusus yang disebut lakteal.
Sisa
makanan selanjutnya masuk ke dalam usus besar untuk dibusukkan dan diserap
kembali kelebihan air, mineral, dan vitaminnya. Makin ke arah anus, sisa-sisa
makanan ini semakin padat dan dikeluarkan sebagai tinja melalui
proses defekasi (buang air besar).
Beberapa penyakit yang
menyerang sistem pencernaan makanan adalah tukak lambung, radang umbai cacing,
diarhe, sembelit, Hepatitis C, dan kanker hati.
Jika ada yang belum jelas, dapat ditanyakan dalam kolom komentar. Terimakasih!







Trima kasih ilmunya yang bermanfaat
ReplyDeleteTerimakasih kak Rina Oktopiani.
DeleteJika ada yang belum jelas dapat ditanyakan ya. ;)
Terimakasih kak Rina. Jika ada yang belum jelas bisa ditanyakan ya. ;)
ReplyDelete